The Alchemist- Paulo Coelho


Okay singkatnya gua abis baca novel judulnya The Alchemist karya Paulo Coelho yang keren abis. Dimana dia adalah sastrawan non muslim tapi bisa dengan begitu handalnya menceritakan kisah dimana seorang pengembala domba terjun dalam sebuah petualangan dinegeri muslim.

Dan lebih gua salut dari ceritanya Paulo seakan memahami islam, tahu rukun islam, tradisi islam, bahkan tahu tata krama dan sebagainya. Lebih hebatnya lagi Paulo menceritakan kisah itu dengan tujuan memberi inspirasi untuk para pembacanya. Bagaimana seorang anak gembala mampu meraih impiannya, menemukan arti kehidupan sesungguhnya, dan mampu menciptakan takdir.

Hal yang bisa gua ambil dari cerita itu. Manusia ada 2 tipe, manusia yang duduk dan manusia yang berlari. Manusia yang duduk hanya menunggu takdir menghampiri, dan manusia yang berlari adalah manusia yang ingin menciptakan takdir.

Kisahnya menyentuh, dimana Santiago harus merelakan harta yang dikumpulkan selama hidupnya demi menyambung nyawa. Dia kesal pada Alchemist yang dengan gampangnya memberikan emas Santiago kepada para prajurit padang pasir. Apa gunanya uang ketika kita mati? Uang bisa memperpanjang hidup selama tiga hari. Jarang-jarang uang bisa menyelamatkan hidup manusia. Tapi kalau kita bercermin sekarang, malah kebalikan. Uanglah yang menjerumuskan hidup manusia.

Banyak kata kata bijak yang bisa diambil dari novel tersebut. Jika dipikir sang penulisnya sendiri pernah mengalami masa kelam, beberapa kali dimasukkan kerumah sakit jiwa. Meskipun dia tidak gila, pernah menjadi hippie, segala hal pernah dia lakukan. Tapi jiwanya sebagai seorang penulis tidak lah padam. Kini dia menjadi salah satu penulis terkaya dengan jutaan kopi bukunya yang laris terjual dan sudah diterjemahkan kepuluhan bahasa didunia.

Kata-kata terakhir, "Orang yang menjalani takdir nya tahu segala yang perlu diketahui. Hanya ada satu hal yang membuat orang tak bisa meraih impiannya: "takut gagal".

Sekian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hello how are you?

Almost 20!

Secret admirer failed